Mahasiswa Univ BSI Terapkan Fun Learning: Tanamkan Nilai Berbagi dan Jujur Lewat Drama “Maling Telur” di PAUD Sahara

Jakarta, Membentuk karakter dan moral anak usia dini memerlukan metode penyampaian yang kreatif agar mudah dipahami. Hal ini dibuktikan oleh mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Program Studi Ilmu Komunikasi Broadcasting yang tergabung dalam Kelompok “Kita Teman”.

Sebagai bagian dari implementasi mata kuliah Pendidikan Agama, Kelompok Kita Teman melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di PAUD Sahara pada Rabu (13/5). Kegiatan ini berlangsung pada Sesi 2, tepatnya pukul 09.30 hingga 10.30 WIB, menyambung sesi edukasi sebelumnya.

PAUD Sahara yang berlokasi di Jl. Gn. Sahari XI /310 N, RT 05 RW 03, Jakarta Pusat (dekat Apartemen Elpis), kembali menjadi saksi antusiasme anak-anak. Meski beroperasi di sebuah garasi dan hanya dikelola oleh tiga orang guru, PAUD ini secara luar biasa menerapkan pendidikan inklusif yang menerima semua kategori anak, termasuk Anak Berkebutuhan Khusus (ABK).

Rangkaian kegiatan Sesi 2 ini dibuka dengan penuh energi melalui senam pagi bersama. Alunan musik yang ceria berhasil menyatukan mahasiswa dan anak-anak dalam gerak yang membangkitkan semangat.

Tak berhenti di situ, keceriaan berlanjut dengan adanya pentas joget spontan yang dibawakan oleh para siswi kecil PAUD Sahara. Sesi ini sengaja dihadirkan sebagai wadah bagi anak-anak untuk mengekspresikan diri dan melatih kepercayaan diri mereka tampil di depan banyak orang sebelum memasuki inti pembelajaran.

Setelah suasana mencair dan penuh tawa, mahasiswa UBSI mulai menyajikan metode fun learning utama bertema “Menanamkan Nilai Berbagi, Adil, dan Jujur pada Anak melalui Drama Edukatif ‘Kita Semua Teman’”. Skenario drama dibuat sangat lekat dengan kehidupan sehari-hari namun penuh kejutan.

Dalam drama tersebut, moderator acara berpura-pura sedang sangat kelaparan dan memancing empati anak-anak dengan bertanya siapa yang bersedia memberikan makanan berupa ‘telur asin’ kepada kakak-kakak mahasiswa. Namun, di tengah momen berbagi tersebut, tiba-tiba muncul karakter ‘maling’ yang merebut dan mencuri semua telur asin yang ada.

Sontak, kejadian ini memancing reaksi aktif dari anak-anak yang dengan penuh semangat ikut membantu menangkap si maling. Tidak berhenti sampai disitu, mahasiswa membimbing anak-anak untuk berinteraksi langsung dengan sang maling, menanyakan alasannya mencuri sebagai bentuk edukasi moral.

Melalui adegan interaktif ini, Kelompok Kita Teman secara tidak langsung mengajarkan banyak nilai sekaligus: pentingnya berbagi, menolong sesama, berbuat adil, hingga memahami nilai kejujuran. Metode drama komedi situasi ini terbukti ampuh menanamkan fondasi nilai agama dan empati sosial dengan cara yang mengundang gelak tawa namun tetap sarat makna.

Leave a Reply

Discover more from EL SKY NEWS

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading