Gelar Pemilu Cilik Berbalut Fun Learning, Mahasiswa Univ BSI Edukasi Hak Demokrasi di PAUD Sahara 

Pendidikan tentang demokrasi dan hak berpendapat seringkali dianggap sebagai materi yang berat untuk anak usia dini. Namun, hal ini berhasil dikemas secara ringan dan menarik oleh mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Jurusan Ilmu Komunikasi Broadcasting yang tergabung dalam Kelompok TPS Sahara.

Sebagai bentuk implementasi mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan (PKWN), Kelompok TPS Sahara menggelar kegiatan pengabdian dan mengajar di PAUD Sahara pada Rabu (13/5) dari pukul 08.00 hingga 09.30 WIB. Mengusung tema “Mengenalkan Hak Demokrasi dan Kebebasan Berpendapat sejak Dini melalui Drama Edukatif ‘Suara Kita Berharga’”, kegiatan ini diikuti dengan antusias oleh 25 siswa dari Sesi 1, Kelompok B.

Lokasi pelaksanaan yang berada di Jl. Gn. Sahari XI /310 N, RT 05 RW 03, Jakarta Pusat (tepatnya di dekat Apartemen Elpis, ke arah rumah Ibu RW 03) ini memiliki cerita unik tersendiri. Berbeda dengan sekolah pada umumnya, PAUD Sahara adalah lembaga pendidikan swasta resmi dan terdaftar yang beroperasi dengan memanfaatkan ruang di sebuah garasi.

Hebatnya lagi, sekolah ini hanya digerakkan oleh tiga orang guru yang sangat berdedikasi tinggi. PAUD Sahara juga memegang prinsip inklusivitas tanpa batas; mereka menerima semua kategori anak usia dini untuk belajar bersama, termasuk memberikan ruang belajar bagi anak-anak berkebutuhan khusus (ABK).

Memulai rangkaian kegiatan dengan penuh keceriaan, para mahasiswa tidak langsung masuk ke materi inti. Mereka membuka sesi dengan mengajak anak-anak melakukan senam pagi bersama. Gerakan senam yang seru dan menyenangkan ini sengaja dilakukan sebagai pemanasan untuk saling berbagi energi positif, sekaligus membangkitkan semangat anak-anak agar lebih ceria dan siap belajar.

Setelah suasana kelas menjadi hangat dan anak-anak tampak sangat antusias, barulah mahasiswa UBSI menerapkan pendekatan fun learning dengan mengajak mereka mempraktekkan langsung simulasi Pemilihan Umum (Pemilu) mini.

Agar materi lebih mudah diterima, kandidat calon yang harus dipilih sengaja dibuat berkarakter unik atau ‘anomali’, yang terbukti sukses memancing ketertarikan anak-anak untuk ikut memberikan hak suaranya.

Dalam prosesnya, Kelompok TPS Sahara menyisipkan edukasi penting tentang pemilu. Anak-anak diajarkan prinsip dasar bahwa pilihan di surat suara adalah rahasia. Tak hanya itu, mahasiswa juga memberikan contoh visual secara langsung mengenai seperti apa bentuk surat suara yang tidak sah agar anak-anak lebih paham.

Keseruan bertambah ketika tiba saatnya memberikan tanda bukti memilih. Jika pemilu sungguhan menggunakan celupan tinta ungu, anak-anak PAUD Sahara dengan riang menandai jari mereka menggunakan warna-warni dari stabilo. Kegiatan edukatif ini kemudian ditutup dengan momen menghitung hasil perolehan suara secara bareng-bareng.

Kehadiran Kelompok TPS Sahara di tengah keterbatasan fasilitas dan keberagaman siswa ini memberikan pelajaran penting bahwa edukasi karakter dan demokrasi bisa dilakukan di mana saja. Kegiatan ini tidak hanya memenuhi kewajiban akademis mahasiswa UBSI, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam menghargai setiap suara anak sejak fase keemasan mereka.

Leave a Reply

Discover more from EL SKY NEWS

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading